loading…

SALATIGA – Dinas Pendidikan Kota Salatiga melakukan kajian wacana pemberian tumpuan kuota internet untuk pembelajaran daring anak sekolah di rumah. Prospek bantuan tersebut dapat diwujudkan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Ini sesuai Permendikbud Nomor 19 tahun 2020.

Kepala Biro Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengatakan, kajian dilakukan agar tak terjadi dobel anggaran karena beribu-ribu siswa kurang mampu di Salatiga telah mendapat bantuan yang sumber dananya berasal dari APBD Praja Salatiga. (Baca serupa: Kampung Net di Gresik, Sediakan 250 Spot Internet Gratis untuk Sekolah Daring)

“Adanya dobel anggaran atau tidak dalam proses perwujudan subsidi catu internet dan teknis penyalurannya harus dikaji. Sesuai Permendikbud Nomor 19 tahun 2020, sumber anggaran dengan bisa digunakan untuk bantuan bagian internet adalah dana BOS, ” katanya, Jumat (31/7/2020).

Menurut dia, jumlah siswa invalid mampu di Salatiga sebanyak 4. 066 orang. Terdiri dari, dua. 911 orang siswa SD serta 1. 155 orang siswa SMP. Selama ini, mereka telah mendapat bantuan sosial dari APBD menggunakan rekening sekolah masing-masing. (Baca juga: Wakil Ketua MPR Minta Sistem Belajar Online Dievaluasi Total)

Baca Juga:

Adapun besaran tumpuan yang diterima siswa SD sebesar Rp450. 000. Sedangkan siswa SMP senilai Rp750. 000. “Bantuan tersebut peruntukannya yakni untuk memenuhi peralatan sekolah, peralatan kesehatan seperti masker, handsanitezer, tambahan gizi, ” tandasnya.

(mpw)