JAKARTA – Sebanyak 75% penderitaan yang terjadi selama masa PSBB ketat disumbang sebab kendaraan roda dua atau motor. Sebagai perbandingan, selama PSBB transisi ada sebanyak 168 kecelakaan akan tetapi saat PSBB ketat naik menjelma 169 insiden. Begitu juga nilai korban meninggal naik menjadi 40% yaitu dari 10 kejadian menjadi 14 korban jiwa.

Penasihat Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengucapkan, kecelakaan disebabkan berbagai faktor, namun yang paling tinggi adalah human error. “Bisa karena mengantuk dan juga kehilangan konsentrasi, ” katanya, Jumat (2/10/2020). (Baca juga; Tabrak Pembatas Jalan, Mobil Terbalik di Depan Gedung DPR/MPR RI)

Tempat menegaskan, kecelakaan lalu lintas lestari ada walaupun volume kendaraan pada jalan Ibu kota berkurang selama PSBB ketat. Sebab, kondisi ustaz yang sedikit lancar karena volume kendaraan berkurang, membuat pengendara memacu lebih cepat. “Jadi tingkat fatilasnya juga lebih tinggi hingga banyakk juga terjadi kecelakaan, ” tukasnya. (Baca juga; Tawuran Remaja di Depok, Satu Orang Tewas Mengenaskan)

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Norma Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menuturkan mayoritas penyebab kecelakaan lalu lintas akibat kelengahan manusia, seperti kurang hati-hati beserta kurang konsentrasi. Guna menekan nilai kecelakaan lalu lintas, Fahri mengungkapkan petugas gencar menyampaikan imbauan santun lalu lintas melalui selebaran (leaflet) dan media sosial.

Menangkap Juga:

Selain itu, memotivasi masyarakat untuk patuh aturan berlalu lintas dengan membuat relawan lalu lintas, pembangunan tonggak laka lantas dan deklarasi santun lalu lintas. Langkah lainnya merekayasa lalu lintas, seperti pemasangan speed trap, water barrier (MCB) & rambu-rambu. Petugas juga menerapkan penegakan hukum terhadap pelanggar aturan berantakan lintas serta responsif menangani kedaruratan menangani kecelakaan.