DEPOK – Pemimpin Umum Partai Gelora Anis Matta melakukan konsolidasi pemenangan pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia pada Pilkada Kota Depok. Dia sesumbar Partai Vitalitas memiliki kekuatan riil di lapangan untuk memenangkan pasangan nomor urut 1 dan dirinya pun akan turun berkeliling di masa pilkada.

“Nilai kekuatan rill kita di lapangan harus dibuktikan pada Pilkada Kota depok. Saya berkeliling pada masa Pilkada. Insya Allah di tempat yang kita kunjungi ini, kita akan memenangkan calon yang kita dukung, ” kata Anis di Depok, Sabtu (5/12/2020).

Saat itu struktur Parta Gelora sudah terbentuk di 34 provinsi dan 509 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota ataupun 99%. Anis berharap mudah-mudahan lima kabupaten/kota yang belum terbentuk hendak selesai di Desember 2020 sehingga struktur DPD menjadi 100%.

“Sedangkan dari kecamatan, Alhamdulillah dari 7. 230 kecamatan, struktur kita sudah ada dalam 4. 554 kecamatan. Insya Tuhan ini menjadi 100% pada April yang akan datang, ” ungkapnya. (Baca juga; Mantan Presiden PKS Ini Sebut Depok 15 Tahun Membeku, Anis Matta Minta Diakhiri)

Mengucapkan Juga:

Anis menegaskan, Kota Depok menjadi tiruan target pemenuhan struktur. Menurutnya, penuh kemajuan yang diraih pada pilkada 2020. Dia pun mengajak semua kadernya bekerja keras di periode terakhir kampanye. (Baca juga; Idris-Imam Komitmen Bangun SDM Depok yang Berbudaya dengan Dasar Kebhinekaan)

“Tapi kita bekerjakeras sesuai dengan klasifikasi tugas sebagai koalisi besar golongan pendukung Pradi-Afifah. Semoga pada 9 Desember kita akan menyaksikan lahirnya pemimpin baru untuk Kota Depok, ” tambahnya.

Kepemimpinan ini, sambung Anis, akan mejalankan agenda besar Partai Gelora dan agenda strategis yang akan diperjuangkan pada Pemilu 2024. “Tadi jika kita melihat wajah Afifah tampil disini auranya auara menang, ” paparnya.

Untuk dapat memenangkan paslon nomor urut 01 itu, Anis meminta agar kader bekerja berlelah-lelah dengan menghilangkan tidurnya. Dia menodong lakukan apa yang sudah direncanakan hingga 9 Desember nanti.

“Saya hanya berharap pada sisa tiga atau 4 hari terakhir ini, hilangkan zaman tidurnya, kerja keras semuanya. Lakukan apa yang semua sudah kita rencanakan sampai pencobalosan pada 9 Desember mendatang, ” tegasnya.

Anis meminta agar tanpa ada yang golput. Dia tahu agar jangan terbuai dengan hasil dari hasil survei. “Jangan merasa menang walaupun di survei telah menang. Kita tidak boleh lalai karena survei ini hanya membangun kita memahami situasi pada kesimpulannya yang menentukan itu adalah TPS, ” pungkasnya.