loading…

SOLO – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta bersama Polres Sukoharjo mengadakan penandatanganan keputusan bersama tentang pencegahan dan penanganan kebakaran hutan lahan (Karhutla). Penandatanganan keputusan bersama sebagai tindaklanjut penandatanganan MoU antara Polda Jawa Tengah bersama Perum Perhutani.

Administratur Perhutani Surakarta Sugi Purwanta mengatakan, Karhutla merupakan permasalahan yang dapat menyebabkan kerugian untuk semua pihak, terutama pada kesehatan, dan ekosistem. “Oleh karena itu Karhutla merupakan masalah serius yang harus ditangani oleh semua pihak, dibutuhkan saling sinergi dalam menangani,” kata Sugi Purwanta dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/8/2020). (Baca juga: Rumah Bupati Kediri Diteror Petasan, Pelaku Terekam CCTV)

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Sukoharjo bersama jajaran yang telah memberikan kesempatan untuk saling berkolaborasi dan berkomitmen dalam menjaga hutan. Karhutla menjadi perhatian nasional dan semua mempunyai tanggungjawab untuk menjaganya. Terlebih di sekitar hutan banyak masyarakat yang berinteraksi. Wilayah hutan KPH Surakarta berada di 5 kabupaten dan salah satunya di Kabupaten Sukoharjo. (Baca juga: Sepekan Dirawat, Wabup Way Kanan Meninggal di Ruang Isolasi COVID-19)

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari acara dengan Polda Jawa Tengah. “Hal ini sangat penting karena menjadi atensi Kapolda terkait dengan apa yang dijabarkan pada HUT Bhayangkara. Karhutla menjadi prioritas utama Presiden yang perlu disikapi.,” kata Bambang Yugo Pamungkas.

Baca Juga:

Terkait program prioritas Kapolda, Polres Sukoharjo akan melaksanakan program preventif, yakni dengan memasang spanduk-spanduk dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melaksanakan patroli Kamtibmas dalam rangka mencegah terjadinya kebakaran hutan di wilayah Sukoharjo.

(shf)