SOLO – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Prof. Mahfud MD menyampaikan sebanyak pesan penting dalam kuliah ijmal saat pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) luring dan daring Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (14/9). Mahfud MD menyinggung kesadaran bela negara generasi muda Indonesia.

Mahfud MD menegaskan, sesuai dengan Urusan 27 dan 30 ayat 1 UUD 1945, setiap warga negara Indonesia memiliki hak dan kesibukan untuk membela negara, baik pada menghadapi ancaman perang dengan negeri lain maupun intervensi asing yang mengganggu kedaulatan NKRI. “Membela negeri itu bukan hanya hak tetapi juga kewajiban. Jika negara menikmati keadaan tertentu yang menghendaki masyarakat negara turun tangan dan menimbrung membelanya, maka negara dapat melangsungkan tindakan yang mewajibkan warga negara ikut dalam bela negara, ” ujar Mahfud MD melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (15/9). (Baca selalu: Kepada Maba UNS, Mendikbud Kenalkan Kampus Merdeka)

Dalam kuliah umum yang disiarkan melalui Zoom Cloud Meeting & kanal Youtube resmi UNS, Mahfud MD mengatakan sikap bela negeri merupakan salah satu ungkapan syukur yang bisa diwujudkan dalam menghargai kemerdekaan RI yang berhasil diwujudkan para pendiri bangsa. Setiap awak negara juga harus mengutamakan tekad, sikap, dan tindakan secara tertib, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut secara dilandasi rasa kecintaan terhadap desa air, berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila dan UUD 1945 demi menjaga dan membela keutuhan dan kemajuan NKRI.

Kemerdekaan RI 75 tahun dengan lalu, lanjutnya, sebagai rahmat sebab Allah Yang Maha Kuasa yang menghendaki Indonesia untuk semakin tumbuh dan maju. Berkat kemerdekaan itulah, setiap warga negara dapat bercita-cita, berusaha, dan menggapai mimpinya masing-masing. “Kalian bisa menjadi mahasiswa, kalian bisa bercita-cita menjadi apa saja, dan bisa meraihnya karena Indonesia merdeka. Maka, untuk bela negara ini menurut posisi kita per. Saudara terdiri dari berbagai pekerjaan yang semuanya membela negara patuh keahlian dan profesi agar Indonesia maju, ” tutur mantan Pemimpin Mahkamah Konstitusi (MK) ini. (Baca juga: UNS Kejar Reputasi sebagai Perguruan Tinggi Ulung Dunia)

Baca Juga:

Mengutip hasil riset PEW Research Center yang menyurvei karakteristik tingkatan milenial, Mahfud MD menyebut ciri generasi ini terletak pada intensnya penggunaan internet sebagai kebutuhan penting. Dengan masifnya kemajuan Iptek, dirinya menekankan bentuk bela negara sebagai perwujudan pertahanan negara harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi beserta bentuk ancaman yang dihadapi masa ini dan di masa aliran. Ancaman yang saat ini membayang-bayangi Indonesia, bukanlah ancaman militer ataupun fisik saja.

Namun juga ancaman lain seperti pertandingan global, perdagangan bebas, upaya pelemahan Sumber Daya Manusia (SDM), pelarutan sosial budaya, destruksi terhadap kemajemukan, munculnya sikap-sikap intoleransi, dan rongrongan terhadap nasionalisme serta derasnya aliran informasi yang harus disikapi secara cermat dan bijaksana oleh tingkatan milenial. Mengakhiri kuliah umumnya, Mahfud MD menitipkan pesan agar mahasiswa baru UNS angkatan 2020 berharta menjadi pemimpin bangsa di masa depan yang bersih, berintegritas, & anti terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ia menyebut, bila kelak pemerintah dipimpin oleh atasan yang korup dan tidak berintegritas, hal tersebut akan melunturkan temperamen nasionalisme warga negara, yang tentunya juga akan berimbas pada kelakuan bela negara. “Saudara harus menjelma generasi yang turut membangun tadbir yang bersih, karena nasionalisme mampu luntur kalau orang-orang yang mengampukan koruptif, mau enaknya sendiri. Saya berpesan perlu ditanamkan pada muncul anda beberapa sikap dasar dengan salah satunya adalah sikap cinta tanah air karena inti daripada bela negara adalah mencintai daerah ini, ” pungkasnya.

Berita Terkait

TULIS KOMENTAR ANDA!