ANKARA – Turki menarik kapal eksplorasi minyak dan gas dibanding perairan Mediterania timur untuk menguatkan diplomasi dengan Yunani tapi kehidupan Turki di sana tidak sudah.

Pernyataan itu ditegaskan oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Jumat (18/9). Turki serta Yunani berkonflik terkait hak pengkajian energi dan yurisdiksi maritim di Mediterania timur dan ketegangan menyusun bulan lalu saat Turki mengirim kapal Oruc Reis ke perairan yang juga diklaim Yunani.

Kapal survei Oruc Reis itu kembali ke pelabuhan yang Turki menyebutnya sebagai pembelaan rutin. Langkah ini dianggap Yunani sebagai langkah pertama yang nyata untuk meredam ketegangan.

Baca Juga:

“Beri peluang pada diplomasi, beri pendekatan positif untuk diplomasi. Yunani juga harus secara positif melayani pendekatan ini, dan ambil bagian terkait itu, ” papar Erdogan di Istanbul setelah salat Jumat.

“Ini kok kita melakukan itu. Tapi itu tidak berarti bahwa itu karena Oruc Reis ditarik untuk perawatan, aktivitas seismik kami akan sepenuhnya berhenti, ” ujar Erdogan. (Baca Juga: Israel dan Saudi Bahas Pembangunan Jaringan Pipa Minyak Besar Negara)

“Saat masa perawatan berakhir, Oruc Reis hendak kembali beroperasi lagi dan tetap bekerja di sana, ” sirih dia. (Baca Infografis: Pensiun Dini Jadi Momok, Pilot Marinir GANDAR Digoda Bonus Melimpah)

Erdogan menyatakan dia siap membahas isu tersebut dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis secara pribadi atau melalaikan video konferensi. (Lihat Video: Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk di Makassar)