JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menguraikan syarat-syarat sembuh atau dinyatakan siap isolasi. Hal ini didasarkan pada pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 Kemenkes edisi terbaru.

Untuk pasien dengan gejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit (RS) dinyatakan jadi isolasi apabila hasil pemeriksaan follow up PCR atau swab test satu kali negatif. (Baca juga: Deretan Pejabat Nusantara yang Meninggal Dunia akibat Covid-19)

“Ditambah sedikitnya tiga hari tidak ada isyarat seperti demam dan gangguan pernapasan. Untuk kasus pasien dengan petunjuk berat bisa saja pasien dipindah ke ruang non-isolasi sebelum dipulangkan atau rawat inap biasa, ” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Sedangkan, pasien dengan gejala rendah dan sedang harus diobservasi terlebih dahulu. Selain itu juga sudah tidak lagi menunjukkan gejala semacam demam dan gangguan pernapasan. (Baca juga: Dokter Reisa Beberkan 7 Tips Isolasi Mandiri Penderita Covid-19)

Membaca Juga:

“Apabila setelah menjalani perawatan di kemudahan kesehatan namun belum mencapai 14 hari, maka tetap harus melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Dengan syarat tetap membatasi aktivitas & kontak dengan orang lain, ” kata Reisa.

Khusus pasien asimtomatik atau Orang Tanpa Gejala (OTG) baru mampu dinyatakan selesai isolasi mandirinya semasa 10 – 14 hari sejak terkonfirmasi positif. Isolasi mandiri itu harus diterapkan dengan disiplin dan tidak boleh lengah.