JAKARTA PT Kereta Api Indonesia (Persero) hingga Oktober 2020 telah menutup 124 perlintasan sebidang liar dengan tujuan untuk normalisasi jalur kereta api (KA) serta peningkatan keselamatan perjalanan KA.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, sampai saat tersebut KAI mencatat terdapat 3. 124 perlintasan sebidang resmi dan satu. 556 perlintasan tidak resmi ataupun liar.

“Kami mengharapkan dukungan dari berbagai bagian agar keselamatan di perlintasan sebidang kereta api dapat tercipta, ” ujar Joni dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020). (Baca juga grafis: Inka akan Bentuk Jalur Kereta Api Hubungkan Mali dan Senegal )

Joni menilai terdapat 3 unsur untuk menghadirkan keselamatan pada perlintasan sebidang yaitu dari sisi infrastruktur, penegakan hukum, dan kebiasaan.

Baca Juga:

Di sisi infrastruktur, pertimbangan perlintasan sebidang harus dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan KAI serta pihak terkait lainnya secara berkala.

Berdasarkan hasil evaluasi tesebut, perlintasan sebidang sanggup dibuat tidak sebidang, ditutup, ataupun ditingkatkan keselamatannya. Hal tersebut pantas dengan Peraturan Menteri Perhubungan Bagian 94 Tahun 2018 tentang Pengembangan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Rel Kereta Api dengan Jalan bab 5 dan 6.

Perlintasan sebidang seharusnya dibuat tidak sebidang yaitu menjadi flyover & underpass untuk meningkatkan keselamatan kunjungan KA dan pengguna jalan.

Langkah lain selanjutnya yakni secara menutup perlintasan sebidang yang tak berizin atau liar. Yang belakang peningkatan keselamatan dengan pemasangan Bahan Keselamatan Perlintasan Sebidang dan disertai dengan pemasangan Perlengkapan Jalan.