KARAWANG – Tim Polisi Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menangkap terpidana buronan Kejari Kebumen , YP (42) di Rengasdengklok.

YP ditangkap saat sembunyi pada kediaman orang tuanya, setelah buron kasus korupsi PNPM-MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Pedesaan) senilai Rp500 juta. Terpidana YP sempat kabur dan mengecoh pemeriksa kejaksaan saat akan dilakukan penangkapan.

Menurut Kepala Menawan Inteljen Kejari Karawang, Zico Extrada mengatakan pencarian YP oleh tim intelejen Kejari Karawang berlangsung semasa 3 hari. Pihaknya mendapat bahan jika YP merupakan DPO Kejari Kebumen berada di Karawang. (BACA JUGA: Direktur Televisi Swasta Mati Setelah Alami Kecelakaan Tunggal)

“Tim gabungan Kejari Karawang dan Kejari Kebumen akhirnya berhasil menemukan keberadaan terpidana. Namun dia sempat kabur saat akan ditangkap, ” kata Zico.

Baca Juga:

Menurut Ziko YP sempat lulus mengecoh petugas saat akan ditangkap. Ketika berhadapan dengan penyidik kejaksaan YP mengaku sebagai adiknya. Namun saat YP izin kebelakang langsung melarikan diri.

“Kita sempat terkecoh karena lantaran foto yang kita dapat terpidana ini memakai kerudung. Saat bertemu dia tidak menggunakan kerudung. Apalagi dia mengaku sebagai adiknya oleh karena itu kami biarkan saat izin kebelakang rumah. Ternyata dia izin kebelakang terus melarikan diri, ” katanya.

Zico mengatakan Terpidana YP akhirnya menyerahkan diri sesudah sempat kabur selama satu hari dari kejaran petugas. YP kembali ke rumah keluarganya dan berserah saat ditangkap petugas. “Kita serahkan terpidana YP kepada Tim Bertabur Kejari Kebumen, ” katanya. (BACA JUGA: Demonstran dan Polisi Terkebat Bentrok di Harmoni)

Sementara tersebut, Kasi Intel Kejari Kebumen, Faisal C mengatakan, terpidana YP Adalah terpidana kasus korupsi dana Kalender Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Desa Grogolbeningsari, Kecamatan Petanahan sekitar Rp 500 juta pada 2013-2015.

“Terpidana ini merupakan merupakan Sekretaris Tim Verifikasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Petanahan. Sebelumnya sudah ada dua terdakwa yang sudah menjalani huku-man selama 1, 4 tahun dan sekarang ini telah bebas, ”
jelasnya.

Menurut Faisal, terpidana YP ini sudah dipanggil sebanyak tiga kali namun tidak sudah hadir sama sekali. Makanya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Modus operandi yang dilakukan YP yaitu mem-buat kelompok tani khayali untuk mendapatkan dana hibah.