JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Pekerja Presiden (KSP), Rumadi Ahmad mengatakan Pancasila adalah kata sepakat bersama oleh para pembuat bangsa. Proses penerimaan Pancasila telah melalui sejarah benar panjang. Kelompok agama terlibat di dalamnya.

Patuh Rumadi, penerimaan Pancasila sebagai dasar negara adalah persetujuan kebangsaan yang merupakan pengaktualan dari cara beragama yang toleran dan moderat. Tetapi demikian, kekinian Pancasila sedang diuji oleh berbagai tantangan. Baca serupa: KSP Sebut Intoleransi Jadi Ladang Subur Pengembangan Terorisme

Berdasarkan data Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, masyarakat yang mempersoalkan Pancasila sebagai dasar negara tetap menguat dari tahun ke tahun.

“Kalau mau menggunakan survei LSI Denny JA, mulai tahun 2005 sampai 2018, tersebut ada sekitar, jadi selama 13 tahun itu tersedia 10 persen penurunan pertolongan mayarakat terhadap Pancasila, ” ujar Rumadi dalam webinar KSP Mendengar: Moderasi Mematuhi dengan Momentum Bulan Bersih Ramadhan, Selasa (4/5/2021).

“(Survei LSI Denny JA menyebutkan) tahun 2005 dukungan terhadap Pancasila itu 85, 2 persen, akan tetapi di tahun 2018 susunan 75, 3 persen. Maka kalau dipersentase selama 13 tahun itu ada penurunan dukungan dan ini adalah persoalan serius yang terkait dengan konsensus kebangsaan kita, ” tutur dia.

Baca Pula:

Pemimpin Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya PBNU ini menjelaskan moderat adalah leter masyarakat Indonesia. Itu terlihat dari cara beragama masyarakatnya yang toleran. Misalnya sekadar, meski mayoritas penduduk Negeri adalah Muslim, namun Nusantara tidak menjadi negara Islam. Baca serupa: BPIP Dorong Pancasila Menghunjam Kurikulum Pendidikan Dasar hingga Tinggi

“Karena itu ialah konsensus yang kita sepakati bersama. Ini bentuk perwujudan cara beragama yang moderat dan toleran, ” mengakhiri Rumadi.