JAKARTA kepala Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 Azis Syamsudin terseret kasus dugaan korupsi Pemerintah Kota Tanjungbalai bergabung dengan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Total kekayaan Termulia mencapai lebih dari Rp96 miliar meningkat satu miliar dari tahun sebelumnya.

Azis Syamsuddin merupakan anggota DPR Fraksi Golongan Golkar, yang diduga menjelma penghubung antara M Syahrial dan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Mutlak harta kekayaan yang dimiliki Aziz dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dilansir dari elhkpn. kpk. go. id. harta menyentuh Rp96. 563. 663. 074. Baca pula: Terseret Kasus Dugaan Uang sogok Penyidik KPK, Ini Profile Azis Syamsuddin

Azis melaporkan harta kekayaannya tersebut di dalam 1 April 2020 untuk kekayaannya pada periode 2019 sebagai Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golongan Golkar. Saat melaporkan harta kekayaan Azis pencapai Rp96. 563. 663. 074. Angka tersebut bertambah lebih daripada satu miliar dari laporan satu tahun sebelumnya sejumlah Rp95. 061. 154. 723. Baca pula: KPK Geledah Ruang Azis Syamsuddin, Firli Bahuri: Ana Tidak Pandang Bulu

Mutlak kekayaan Azis tersebut dibagi dalam beberapa hal yaitu lebih rinci harta bergerak lainnya senilai Rp274. 750. 000. Kemudian harta kas dan setara kas lainnya senilai Rp3. 361. 189. 585. Sementara hutang Azis senilai Rp66. 477. 511.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjelaskan kalau penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju mengenal Wali Tanah air Tanjungbalai M Syahrial menggunakan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin. Pada Oktober 2020, Firli mengatakan, Stepanus melakukan pertemuan dengan Syahrial di rumah dinas Azis pada Jakarta Selatan. Kemudian keadaan ini KPK menggeledah tempat kerja Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin untuk memeriksa alat bukti terhadap urusan dugaan suap tersangka pemeriksa KPK dari Polri Stepanus Robin Pattuju dan kawan-kawan.

Membaca Juga:

Pelaksana Tugas (Plt) Tukang Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, tim penyidik terus mengumpulkan alat bukti terkait kasus yang tengah ditangani. “Benar, hari ini awak penyidik KPK melakukan penggeledahan di Gedung DPR. Penggeladahan dilakukan tentu dalam bentuk pengumpulan bukti-bukti terkait perkara dimaksud, ” ujar Ali Fikri di Jakarta, Rabu (28/4/2021)