loading…

SURABAYA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Muda Dwi Putranto menyebut, jumlah karakter ekspor impor yang mengantongi sertifikasi profesi masih sangat minim. Real, sertifikasi profesi sangat penting dimiliki karena menjadi bukti mereka berkompeten di bidangnya.

Sertifikasi ini juga akan menjadi bekal bagi mereka untuk memenangkan pertarungan di kancah perdagangan internasional. “Hanya sekadar, karena banyak yang tidak paham dan kurangnya sosialisasi, akhirnya jumlah pelaku ekspor impor yang bersertifikat di Jawa Timur masih tak banyak, ” kata Adik, Minggu (30/8/2020).

(Baca selalu: 6 Korban Longsor Tambang Timah Berhasil Ditemukan, Semua Tewas6 Target Longsor Tambang Timah Berhasil Terlihat, Semua Tewas)

Pihaknya sendiri terus mendorong agar pelaku ekspor impor memiliki sertifikasi profesi. Salah satunya dengan menggelar uji kompetensi bagi pelaku ekspor impor. Dalam kegiatan ini, Kadin Jatim melalui Kadin Institute bekerjasama secara Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Ekspor Impor Internasional.

Baca Juga:

“Di tarikh ini, Kadin institute sebagai tempat uji kompetensi, juga akan melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi untuk wirausaha, UMKM, koperasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), ” ujar Adik.

Sejauh ini, kata dia, pelaku ekspor dan impor memang tidak penuh yang mengikuti uji kompetensi. Apalagi lembaga yang berhak mengadakan tes kompetensi juga masih sangat kecil. Di Indonesia hanya ada besar. Yakni di Jakarta dan pada Surabaya.

“Sebenarnya sasaran kita (peserta uji kompetensi) tidak hanya di wilayah Jatim saja, tetapi di seluruh Indonesia arah timur. Bagaimana tenaga kerja ekspor impor ini memiliki kompetensi supaya mampu bertarung dengan luar jati. Sebab sertifikat yang akan diberikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Pekerjaan atau BNSP nanti berlaku dengan internasional selama tiga tahun, ” katanya.

Dia memasukkan, pada masa pandemi COVID-19 tersebut, keberadaan eksportir yang tersertifikasi juga diyakini bisa lebih cerdik dan cerdas untuk menggaet pasar internasional. Sehingga pemulihan ekonomi nasional mampu semakin cepat dilaksanakan.

“Pasar internasional lesu sebab merebaknya virus corona. Ini perlu inovasi. Saya yakin jika pelaku ekspor kita sudah tersertifikasi, mereka akan bisa mengatasinya sehingga ekspor kita akan cepat naik” katanya

(msd)