JAKARTA semrawut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) langsung mendorong tumbuhnya industri logam pada tanah air yang merupakan daerah strategis dalam menopang kebutuhan objek baku bagi industri lainnya. Cara ini dipacu melalui peningkatan investasi yang diyakini dapat lebih menguatkan struktur manufaktur di dalam negeri.

“Sebagai mother of industry, sektor industri logam berpotensi menyerahkan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, ” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono pada rancangan Topping Off Pabrik Baru PT. Auri Steel Metalindo di Negeri Industri Kendal, Jawa Tengah, Rabu (17/12/2020).

( Baca juga: Pemesanan Roda Motor Listrik GESITS Capai 2. 507 Unit )

Sekjen Kemenperin menjelaskan, industri logam merupakan salah utama sektor yang prospektif untuk ke depannya karena kebutuhan domestik yang cukup besar.

Baca Juga:

“Hasil produksi industri ini misalnya banyak diserap di sektor otomotif dan konstruksi. Bahkan, kami melihat industri logam merupakan sektor yang berharta pulih lebih cepat di sedang tekanan pandemi, ” tuturnya.

Lebih lanjut, selama tersebut industri logam berperan penting di mendongkrak nilai tambah bahan pokok serta membawa efek yang luas bagi perekonomian, di antaranya sebagai penghasil devisa dari ekspor dan menyerap banyak tenaga kerja. “Jadi, sektor ini akan menjadi faktor pendorong bagi peningkatan daya bertentangan ekonomi bangsa, ” imbuhnya.

Untuk itu, Kemenperin menganjurkan apresiasi kepada PT. Auri Steel Metalindo yang telah menanamkan modalnya di Kawasan Industri Kendal sejumlah USD4, 9 juta dengan bahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1. 000 orang. Perusahaan ini mau memproduksi atap baja ringan dengan kapasitas mencapai 400. 000 ton per tahun.

( baca juga: Hadiah Tahun Segar 2021, Warga Jakarta Bakal Memiliki Jalur Sepeda Permanen di Kawasan Sudirman )