Muhammad Subhan

Suasana rapat paripurna yang digelar di DPRD Pangkep. Foto: Sindonews/Muhammad Subhan

PANGKEP berantakan Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pangkep, diharap bisa lebih meningkat pada tahun mendatang, setelah tahun itu terpukul karena pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid saat usai menandatangani KUA-PPAS APBD Kabupaten Pangkep tahun 2021.

Baca Juga: Mahasiswa Pangkep Minta Pemerintah Transparan Kelola Dana COVID-19

Baca Juga:

Dia mengatakan, dari sejumlah data, 3 tahun terakhir ini banyak kejayaan yang dicapai Pangkep . Hal itu terlihat lantaran sejumlah indikator. Namun, tahun 2020 ini, ia berharap semua pihak untuk memaklumi angka pertumbuhan ekonomi dengan cenderung stagnan.

“Tahun ini kita maklumi karena tersedia pandemi yang tak pernah kita bayangkan akan terjadi sehingga penuh rencana pembangunan yang belum mampu kita laksanakan, ” kata Syamsuddin, Selasa (18/8/2020).

“Kita berharap pandemi ini segera berakhir dan semua kita bisa bekerja secara normal seperti sediakala, ” lanjutnya.

Meski sejenis, ia optimis tahun 2021 pemerintah akan semakin membaik dengan penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia mengungkapkan, tahun depan pajak lombong C akan ditarik juga sebab seluruh perusahan termasuk dari PT Semen Tonasa yang berpotensi memberi pemasukan sedikitnya Rp500 juta perbulan.

“Alhamdulillah Bungkus Gubernur sudah setujui, kita mau dapat PAD minimal Rp500 juta perbulan. Ini hampir 2-3 tahun kita loby sampai semua pihak bersedia membayar pajak ini tahun depan, ” ucapnya.

Penandatanganan KUA-PPAS APBD 2021 ini dilakukan Syamsuddin bersama Ketua DPRD Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dengan juga memimpin sidang paripurna istimewa ini.

Menyuarakan Juga: Dibuka Gubernur, MTQ XXXI Tingkat Provinsi Digelar Virtual

( agn )

Berita Terkait

gong12deng gong12deng –>

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)

  • Disqus
  • Facebook
0