JAKARTA – Keluhan sejumlah petani mengenai minimnya pupuk direspons cepat Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Prasarana dan Perkakas Pertanian (PSP). Rencananya, Kementan bakal merealokasikan stok pupuk untuk Desember ke September. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan tidak akan tinggal diam untuk membantu petani sekaligus mendukung pengembangan produksi.

“Kebutuhan pupuk memang sangat penting buat petani. Kementerian Pertanian juga menyadari hal tersebut. Kementan pun melakukan berbagai cara agar masalah ini bisa diatasi, termasuk merealokasikan pupuk. Kita selalu mengusulkan penambahan alokasi pupuk subsidi dan hal itu disetujui. Kementan melakukan semua upaya untuk menanggung pertanian, ” tutur Mentan Yasin Limpo di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

(Baca Selalu: Sidak Gudang BUMN, Mentan SYL Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman)

Baca Juga:

Sementara Dirjen PSP Departemen Pertanian Sarwo Edhy menerangkan, realokasi kebutuhan pupuk akan dilakukan bertahap melalui Surat Dirjen Nomor B-516. SR. 320/B/08/2020 tanggal 18 Agustus 2020. Termasuk untuk Jawa Timur yang sebagian besar memasuki rencana tanam pada bulan November.

“Berdasarkan data potensi besar tanam padi atau dari kalender tanam, Jawa Timur belum meresap jadwalnya tanam. Jatim baru berangkat tanam di awal November. Masa ini kita akan bantu petani yang mulai masuk masa menanam. Karena Kementan berkomitmen untuk terus berupaya mengakomodir stok pupuk petani, ” ungkapnya.

Sarwo Edhy juga menegaskan, dalam melakukan kegiatan distribusi pupuk bersubsidi, Ditjen PSP tetap mengacu pada Permentan No 10 tahun 2020. Daripada Permentan itu disebutkan dengan nyata jika pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi sub sektor tanaman pangan tercatat PATB, hortikultura, perkebunan, peternakan & perikanan.

“Dan disebutkan selalu pupuk subsidi hanya untuk petani yang telah tergabung dalam ikatan tani, dan wajib menyusuk eRDKK, serta menggarap lahan paling luas 2 hektare dan petani petambak paling luas 1 ha per musim tanam, ” terang Sarwo Edhy.

(Baca Juga: Awas Berani Macam-macam, Pupuk Subsidi Diawasi Bersama)