SERANG – Polda Banten ungkap 63 kasus pencurian kendaraan roda dua dan roda empat di 58 tempat perihal perkara (TKP). Dari penangkapan tersebut, 47 tersangka berhasil digelandang ke sel tahanan. Sementara, barang data yang disita sebanyak 214 bagian. Terdiri dari 185 unit organ roda dua dan 29 bagian roda empat.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengucapkan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi Jaran Kalimaya yang digelar selama dua bulan.

“Selama 2 bulan dari Oktober. Ada 47 tersangka yang diamankan dari 63 kasus. Sedangkan bahan bukti sebanyak 214 unit. Antara lain 185 motor, 29 mobil, ” katanya kepada awak media, Rabu (18/11/2020). (Baca juga: Gempa 5, 3 SR Guncang Pesisir Selatan hingga Padang)

Ia menyebutkan, dalam operasinya para pelaku menggunakan kunci T untuk membobol alur kunci kendaraan. “Pakai kunci T digoyang serasi alur kunci. Kalau masyarakat menentang kunci seperti ini perlu dicurigai, ” ungkapnya.

Mengucapkan Juga:

Menurutnya, kasus pencurian kendaraan yang memutar banyak ada di wilayah norma Polres Tangerang. Hal itu terjadi disebabkan padat penduduk. “Paling banyak di Polres Tangerang karena gaya masyarakat, padat penduduk. Rengkingnya kalau kriminalitas disana, ” ucapnya.

Ia menghimbau pada masyarakat, agar tidak membeli ataupun menggunakan kendaraan yang tidak jelas surat kelengkapannya. Mengingat, kemungkinan besar kendaraan itu dari hasil penyamunan. (Baca juga: 4 Keadaan, Sumatera Barat Diguncang Gempa tujuh Kali)

“Masyarakat jangan menggunakan kendaraan bodong, karena di sana tersedia masyarakat lain yang bersedih kendaraannya di colong. Padahal kredit, jika bayangkan bayar kredit tiap bulan, kendaraannya tidak bisa dinikmati, ” tuturnya.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Bangen Kombes Pol Martri Sonny menerangkan, sejak awal pandemi Covid-19 melanda wilayah Banten, peristiwa pencurian kendaraan menurun. Namun setelah pemerintah memberlakukan new normal, pelaku kejahatan mulai beraksi kembali. Jadi, kasus pencurian menuju normal serta meningkat.