PALOPO – Heri Gunawan masih menjalani perawatan intensif pada ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2020).

Heri menjadi salah satu korban penikaman di Jalan Yosdarso oleh sekelompok orang bersenjata samurai serta double stick pada, Minggu (20/9/2020) dini hari.

“Saya tahu kabur tapi karena saya melorot di drenaise sehingga saya dikeroyok ada yang menikam ada pula yang memukul dengan batu, ” katanya.

Tak hanya di Jalan Yosdarso, Kecamatan Wara Timur aksi teror juga terjadi di Jalan Durian Kecamatan Wara.

Halis (50) menjadi korban penganiayaan menggunakan double stick hingga membuat pipi kirinya lebam. Untungnya korban berhasil samar-samar namun motor korban dirusak oleh para pelaku.

Baca Pula:

“Saya dipukul kemudian saya lari karena mereka bawa samurai, saya sempat dikejar tapi tidak sampai, hanya mesin yang tertinggal di rusak, ” tutur Halis.

Tak puas sampai di situ, para pelaku kemudian bergerak menuju stan penjualan buah untuk mencari melayani. Dengan samurai yang melekat pada tangan para pelaku berjalan serupa menebas apa saja yang tersedia di depannya termasuk timbangan bua, tenda jamur hingga memecahkan cermin gerobak milik pedagang.

Sejumlah pria yang ada dalam lokasi kejadian memilih kabur karena takut menjadi korban sabetan senjata tajam pelaku. kesal tak memiliki lawan, pelaku kemudian menganiaya Surya, wanita 60 tahun hingga mewujudkan lengan kirinya Luka.

“Lima orang datang per bawa samurai dan double stik, karena takut jadi korban para-para pria kabur. Saat itu status saya di dalam jualan maka salah satu pelaku masuk cari lawan tapi tidak ada yang respon. Kemdian saya yang tempat pukul menggunakan timbangan buah, ” katanya.

Sementara pada jalan kelapa, satu diantara pelaku selalu sempat menampar seorang pengendara roda motor yang tengah beristirahat, kelakuan pelaku ini sempat rekeman CCTV.

Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Andi Aris Abubakar membenarkan adanya amukan yang menebar teror pada jantung kota itu. “Sementara lidik, nanti ada perkembangan kami sampaikan, ” katanya.

Meski sudah ada rekaman CCTV serta keterangan sejumlah saksi, namun metode pengungkapannya dinilai oleh sejumlah bagian cukup lambat.

Yertin Ratu, seorang aktivis Wanita mendesak polisi untuk mengungkap para pelaku. “Harusnya sudah terungkap kan ada CCTV-nya apalagi palopo ini kecil. bagaimana kinerja Polres dalam pengerjaan kasus jangan hanya sibuk razia masker sehingga tugas-tugas pokoknya terlupakan. Seharusnya polisi fokus pada tugas pokoknya sesuai yang diamanatkan di UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Nusantara, ” pungkasnya. (Baca: Hujan Lebat Picu Longsor, Kalinsum Padang-Medan Tamat Total).

Hingga zaman ini belum diketahui motif para pelaku yang nekat menebar teror dengan menganiaya wanita, anak-anak tenggat menikam seorang pemuda.