loading…

BOGOR semrawut Polisi tengah mendalami kasus penganiayaan yang melukai dua wisatawan berinisial AN (29) warga Tajur, Kota Bogor dan GG (25), warga Ciawi, Kabupaten Bogor di jalan blok Cisaat, Kampung Loji, Bukit Dasar Bandawasa, Desa Pasir Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis 16 Juli 2020 dini hari.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan, kejadian bermula ketika adanya sekelompok wisatawan lokal yang berjumlah 8 orang hendak berwisata ke Tanah Alas Bandawasa pada Rabu 15 Juli 2020 malam. Namun sebab situasi masih dalam pandemi serta masa PSBB Proporsional sehingga kanal menuju tempat wisata dibatasi, jadi para wisatawan pun kembali mendarat dari lokasi.

Baca Juga:

“Di tengah kunjungan meninggalkan lokasi wisata, para wisatawan lokal ini bertemu dengan orang yang belum dikenal dan terlibat cekcok mulut. Alhasil terjadi aksi pidana penganiayaan terhadap 2 karakter wisatawan dengan inisial AN serta GG yang dilakukan oleh karakter yang belum dikenal, ” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis 16 Juli 2020.

Pada kejadian tersebut petugas piket Polsek Cijeruk bergerak cepat ke tempat kejadian untuk menolong korban yang terluka dan mengamankan para bukti. “Kami masih lakukan penyelidikan, kepada para korban sudah kami larikan ke Rumah Sakit untuk diperiksa. Dan para saksi di kira-kira lokasi kejadian sudah kami lakukan pemeriksaan”, tutup Roland.

Diberitakan sebelumnya, hanya gegara sekelompok pemuda hendak berwisata ditolak hadir petugas tiket ke area Tanah Alas Bandawasa, dua wisatawan berperan cekcok hingga berujung perkelahian dan menimbulkan korban luka pada pukul 00. 30 WIB, Kamis 16 Juli 2020. ( Mengaji juga: Mal Taman Anggrek Dijual Rp17 Triliun di Situs Kekayaan, Pengelola: Itu Iklan Menyesatkan )

Informasi dihimpun menyebutkan, peristiwa perkelahian dua kawanan pemuda itu bermula sekitar memukul 23. 38 WIB, Rabu 15 Juli 2020. Saat itu kedua korban masing-masing berinisial AN (29) warga Tajur, Kota Bogor serta GG (25), warga Ciawi, Kabupaten Bogor bersama keenam rekan lainnnya menggunakan sepeda motor pergi ke Bukit Alas Bandawasa yang terletak di Desa Pasir Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Setibanya di depan pos penjagaan tiket masuk, tiga rekan korban masing-masing berinisial NN, HR, RS berbahasa dengan petugas jaga tiket melamar izin untuk masuk ke letak wisata kemah yang beberapa bulan terakhir ini sedang ‘naik daun’ itu. “Bang maaf saya sedia masuk, masuknya per orang berapa duit? ” kemudian dijawab sebab petugas jaga yang tidak diketahui namanya “Maaf udah penuh, jika hari hari biasa, Pagi, Siang, Sore bisa masuk dengan tiket per orang Rp20. 000, ” kata petugas jaga tiket sebetulnya.

“Pengen masuk sekarang berapapun harga tiketnya saya bayar” jawab NN. Karena tetap tidak diperbolehkan masuk oleh petugas celik tiket dengan alasan penuh (banyak pengunjung). Setelah tidak diperkenankan masuk, korban dan rekan-rekannya beristirahat sejenak di dekat pos tiket semasa kurang lebih 15 menit.

Namun, NN berusaha persetujuan kembali, tapi tetap saja, petugas jaga tak mengizinkannya. Tak lama kemudian salah satu teman karakter memanggil temannya yang berada dalam lokasi wisata. Akhirnya teman teman pelaku turun dan kondisi kedudukan pos tiket diperketat kurang lebih sebesar kurang lebih 20 orang.

Setelah itu, korban serta rekannya bergegas pulang. Entah kenapa, FH, salah satu rekan objek sebelum putar balik berbicara pada petugas ” Ah pelit sia (kamu)”. Karena merasa tersinggung pelaku dan temannya yang berjaga di pos tiket mengejar korban dan rekannya dengan memakai sepeda motor sambil berteriak ” sitompel arah tewak (penangkapan)”.

Seraya mengacungkan senjata tajam sejenis Samurai, tepatnya di pinggir jalan golongan Cisaat, Kampung Loji, salah satu teman korban GG terjatuh sejak sepeda motor, melihat rekannya terbenam. AN dan YN berusaha melerai, karena GG sedang dikeroyok & dipukul oleh para pelaku.

Lantaran melihat ada senjata YN berlari dan AN sedang berusaha melerai karena pelaku masih mengeroyok GG, setelah kurang lebih beberapa meter dari tempat GG terjatuh korban sambil mengendarai sepeda motor sendiri meminta tolong, “Tolong saya tertusuk” rintih GG. Lalu AN dan GG turun ke tempat yang aman di pemukiman warga dan sempat ditolong sebab warga.

Selanjutnya INDAH dilarikan ke RSUD Ciawi buat penanganan medis dan GG dilarikan ke Puskesmas Cigombong untuk penanganan medis dan visum. Sementara tersebut, Kapolsek Cijeruk Kompol Nurahim saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. “Iya betul, kasus penganiayaan dan saat ini sedang lidik (penyelidikan), ” ujarnya, singkat, Kamis 16 Juli 2020.

(mhd)