loading…

LEICESTER – Beradu sengit terhampar di King Power Stadium saat Leicester City melayani Manchester United pada laga pamungkas Liga Primer 2019/2020, Minggu (26/7/2020). Kedua tim butuh menang menetapkan tiket Liga Champions 2019/2020.

The Red Devils cukup bermain imbang melawan Leicester untuk posisi 4 besar. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer di peringkat 3 klasemen dengan 63 poin, setara dengan Chelsea. The Blues akan melayani Wolverhampton Wanderers di Stamford Bridge pada waktu yang sama. ( Baca juga: Partai Penghabisan Liga Primer Jadi Ajang Pelajaran Man City Sebelum Bentrok Madrid ).

Sementara Leicester di peringkat 5 dengan 62 poin. The Foxes -julukan Leicester- masih berpeluang ke Liga Champions jika bermain imbang melawan United, dengan catatan Chelsea tangan dari The Wolves. Leicester ulung gol memasukkan dari Chelsea.

United membidik kemenangan di kandang Leicester. Solskjaer percaya finis ketiga akan menjadi penghargaan untuk timnya, meski berdiri di buntut juara Liverpool dan Manchester City. ( Baca juga: Klopp: Liverpool Butuh Waktu Sebelum Biaya Pemain ).

Baca Juga:

Namun, jika mereka gagal menyelesaikan pekerjaan terakhir mereka, pelatih asal Norwegia itu tidak putus asa mebangun awak. “Finis ketiga akan menjadi keinginan yang baik dan bagus untuk tim, ” katanya kepada Sky Sports. “Saya tahu sejak Oktober, setelah jeda internasional, kami memiliki poin terbanyak ketiga di federasi. ”

“Tentu sekadar, kami ingin berada di antara para elite di Eropa serta bermain di Liga Champions, namun kutipan lama Winston Churchill merupakan, ‘kesuksesan bukanlah final, kegagalan tak fatal, maka yang Anda butuhkan adalah keberanian. untuk melanjutkan’. ” ( Baca juga: Bukan Messi, Perpanjang Kontrak Ter Stegen Kini Jadi Prioritas Barcelona ).

United hanya memenangkan satu dari empat perlombaan terakhir mereka di semua kompetisi, tapi menjadi salah satu awak yang paling mengesankan sejak Asosiasi Primer dilanjutkan setelah jeda akibat pandemi Covid-19.

Sebaliknya, Leicester telah sekuat tenaga buat mendapatkan performa di paruh ke-2 musim ini dan hanya memimpin dua dari delapan pertandingan perserikatan terakhir mereka. Pasukan Brendan Rodgers bahkans empat unggul 14 pokok atas United pada akhir Februari.