MOSKOW berantakan Rusia mengatakan, masalah Israel-Palestina sedang sangat akut, meskipun hubungan jarang Israel dan sejumlah negara Arab telah dinormalisasi. Israel baru-baru tersebut meneken perjanjian normalisasi hubungan secara Uni Emirat Arab (UEA) serta Bahrain.

“Mempertimbangkan kemajuan yang sedang berlangsung dalam proses normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab, kami menyatakan bahwa masalah Palestina tetap akut, ” kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

“Adalah salah untuk berpikir bahwa tanpa penyelesaiannya, mau mungkin untuk mencapai stabilisasi yang dapat diandalkan wilayah Timur Pusat, ” sambungnya dalam sebuah pemberitahuan, seperti dilansir Tass pada Kamis (17/9/2020).

Baca Juga:

Moskow kemudian menodong komunitas dunia untuk meningkatkan upaya terkoordinasi ke arah ini. Di dalam hal ini, Kementerian Luar Jati Rusia menyerukan kepada mitra regional dan internasional untuk mengintensifkan cara terkoordinasi di bidang penting tersebut.

Rusia, jelasnya, jadi untuk kerja bersama seperti itu, termasuk dalam kerangka kuartet, metode yang diakui oleh Dewan Keamanan PBB untuk negosiasi di Pusat. Permukiman Timur dan bekerja pas erat dengan Liga Arab.

Kementerian itu kemudian mengucapkan, dalam upayanya mencapai stabilisasi di Timur Tengah, Rusia sebagai bagian tetap Dewan Keamanan PBB dan peserta Kuartet mediator internasional, tetap dipandu oleh pentingnya mencapai penyelesaian Timur Tengah yang komprehensif. (Baca juga: Iklan Kampanye Trump Dukung Pasukan AS, tapi Pakai Tulisan Jet Tempur Rusia)

“Tetapi secara pemahaman bahwa bagian integral (dari pemukiman) harus menjadi solusi yang adil dan berkelanjutan untuk urusan Palestina sesuai dengan kerangka hukum internasional yang disetujui PBB, tercatat resolusi Dewan Keamanan, Prakarsa Perdamaian Arab dan prinsip fundamental sebab “dua negara”, Israel dan Palestina, yang hidup berdampingan secara tenang dalam perbatasan yang diakui secara internasional, ” ungkapnya.

“Kami melanjutkan dari fakta bahwa, seperti yang dideklarasikan oleh para-para pemimpin Bahrain dan UEA, negeri2 ini tetap berkomitmen penuh untuk penyelesaian masalah Palestina atas pokok hukum internasional yang disebutkan di atas, serta sesuai dengan Gagasan Perdamaian Arab, yang mana disetujui oleh para kepala negara Arab pada 2002, ” katanya.

Moskow menyoroti kebutuhan buat memfokuskan upaya besar sekarang untuk melanjutkan pembicaraan langsung antara Israel dan Palestina tanpa prasyarat. (Baca juga: Dinding Yerusalem Jadi Kanvas Politik Kesepakatan Normalisasi)

“Karena, seperti yang ditunjukkan oleh pengalaman sejarah, para pihak sanggup mencapai solusi berkelanjutan untuk status konflik hanya jika mereka bertindak atas dasar negosiasi yang sanggup diterima bersama, ” tukasnya.