SUNDAL BARA – Seorang pelajar SMP nyaris menjadi korban pelampiasan nafsu bejat oknum set Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara.

Bagaikan di utarakan orangtua korban, Gandar (32), dirinya tidak menduga sama sekali jika oknum perangkat desa bertanda Wht (32) akan berbuat tak senonoh terhadap anaknya, Sy (13). (Baca juga: Kajari Kurang ajar Bara Terima Laporan Carut Marut soal Bansos)

”Sabtu sore sekitar pukul 17. 00 WIB anak saya dengan duduk di bangku sekolah membuang pertama (SMP) kelas I di bawa main ke Kota Tanjung Tiram oleh Wh naik motor, alasannya Wh mau mengambil handphone yang dititipkan ketemannya, ” kata As kepada wartawan, Jum’at (25/09/2020).

Sementara korban pula menuturkan, sepulangnya dari Tanjung Tiram, dirinya mandi kemudian pamit ke ayahnya As untuk membantu Wh mengemas barang yang harus pada rapikan di Kantor Kepala Desa Padang Genting.

Baca Serupa:

As pula mengijinkan mereka berdua berangkat menuju Kantor yang tempatnya tidak jauh dari tempat tinggal mereka. (Baca juga: Sadis, Perampok 600 Bebek Ikat Korban Bapak serta Anak)

Dituturkan korban, setibanya di Kantor Besar Desa, Wh mengajaknya kebelakang Kantor dan masuk kerumah tua yang tidak ada penghuninya dengan bukti mengambil barang dalam rumah primitif tersebut.

Tiba – tiba, Wh langsung mengunci kemungkinan dan menyekap korban sambil berupaya melucuti pakaian korban.

Wh berusaha memaksa agar korban mau melaksanakan apa yang diperintahnya, tapi objek meronta dan mendorong Wh hingga tersungkur, Korban kemudian lari muncul dari rumah dan minta sambung tangan warga yang berada di lepau di depan Kantor Desa.
”Saya beritahu kejadian di dalam rumah ke warga dan itu menolong saya, ” kata objek.

Sontak ulah Wh yang juga menjabat Kaur Perencanaan Desa Padang Genting menjadi objek pembicaraan di masyarakat. Kepala Desa Padang Genting Helmi, saat di konfirmasi terkait ulah bejat bawahannya membenarkan kejadian tersebut.

”Saat ini saudara Wh sudah kami laporkan ke pihak kecamatan Talawi dan untuk sementara zaman, Wh tidak dibenarkan masuk kekantor kagi untuk bekerja seperti biasanya atau kami berhentikan sebagai Kaur di desa, ” ujar Helmi

Lebih lanjut Helmi menjelaskan pihaknya sangat menyesalkan tempat kelakuan anak buahnya, Wh.

”Kejadian ini sangat awak sesalkan dan telah mencoreng arah kejadian ini. Ianya pun berniat agar kejadian ini tidak terulang kembali kepada siapa pun, sejauh ini sepengetahuan saya kedua mengaduk-aduk pihak keluarga sudah melakukan seia dengan melakukan acara tepung dingin keluarga dalam rangka perdamaian, ” tutup Kades.