MUSI RAWAS awut-awutan Askari (43), mantan Kepala Desa Sukowarno, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel) dijatuhi hukuman 8 tahun penjara setelah terbukti memakai dana bantuan COVID-19 buat judi dan menyewa pekerja seks komersial (PSK).

Baca juga: Demi Foya-foya dengan PSK selama 2 Hari, Pengamen di Malang Itu Gasak Duit Rp34 Juta
Molek Hakim Pengadilan Negeri Status 1 A Khusus Palembang yang diketuai Sahlan Efendi, menjatuhkan vonis 8 tahun penjara dan uang substitusi sebesar Rp184 juta. Selain itu, bila uang tersebut tidak dibayar maka diganti pidana 2 tahun 6 bulan kurungan.

Baca juga: Jelang Sahur, 7 PSK dan 2 Bagian yang Asyik Berhubungan Syahwat Diciduk Polisi

Menurut hakim ketua, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana manipulasi Pasal 2 Ayat (1) UU nomor 20 Tarikh 2001 tentang Perubahan UNDANG-UNDANG Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 18 UU No 20 tahun 2001.

Hukuman yang dijatuhkan ini lebih tinggi dari tuntutan JPU, karena kaum hal yang memberatkan tersangka. Antara lain terdakwa sebagai aparatur desa tidak mendukung agenda pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19.

Baca Juga:

“Terdakwa terbukti menggunakan dana COVID-19 untuk berlaku judi, menyewa PSK, dan membayar uang muka mobil untuk wanita yang bukan istrinya, ” katanya pada sidang yang berlangsung dengan virtual, Senin (26/4/2021).

Adapaun hal yang dianggap meringankan menurut mahkamah hakim, terdakwa sebelumnya belum pernah dihukum penjara, beserta bersikap jujur dan tertib selama persidangan. “Selain itu terdakwa juga telah mengakui kesalahannya, ” katanya.

Sementara itu, Askari melalui kuasa hukumnya, Sufendi menyatakan akan pikir-pikir dahulu atas vonis yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut. “Kita pikir-pikir dalam sepekan apakah akan menyambut atau banding, ” katanya.